Dheta Fajri selaku CEO dan Founder Creativestor saat melaunching platform yang bisa akses pasar modal di Amerika
MALANGTIMES - Sebuah komunitas dari Kota Malang bernama creativeator membuat sebuah portal online pasar modal antar negara.
Portal online pasar modal ini menghubungkan langsung dengan pasar modal yang ada di amerika melalui website CREATIVESTOR.ID.
Dalam launchingnya yang diselenggarakan di 7 Chicken Malang, ia menjelaskan bahwa hadirnya platform yang dibuat ini akan menjadi kabar gembira bagi para milenial di Indonesia.
Pasalnya mereka akan mendapatkan informasi seputar perkembangan saham di Amerika Serikat yang terkenal stabilan.
Sebab, creativestor sendiri merupakan sebuah platform edukasi investasi di pasar modal Amerika.
Detha Fajri selaku founder sekaligus CEO dari creativestor ini mengatakan bahwa melalui platform ini, mereka bisa meminjamkan modal mulai dari cost online kurs hingga invesment credit mereka sediakan dengan skema bagi hasil yang ditentukan.
"Dengan service yang kita berikan, saya istilahkan one stop traddingpartner, mulai dari mereka yang tidak mengerti apa itu saham atau pasar modal, sampai mereka yang sudah pinter banget, kita bisa pinjamkan modal" ujar Dheta.
Dalam launching ini, ia mengatakan bahwa melalui website ini para investor tidak harus terjun langsung ke pasar modal yang mereka sediakan.
Namun, dengan trading simulation yang disediakan, akan membuat para investor baru menjadi yakin untuk terjun kedunia pasar modal melalui website tersebut.
Sebab, Detha berpendapat bahwa setiap orang memiliki style yang berbeda.
"Tradding simulation ini berfungsi agar investor trunjun di pasar modal yang tepat. Setiap orang memiliki style yang berbeda, jadi trading itu enggak bisa disamakan, itulah gunanya tradding simulation" tambah Dheta.
Untuk modal awal dari platform ini sendiri minimal investor harus membayar 100 dolar atau sekitar Rp 1,4 juta sesuai dengan ketentuan dari Bank CIMB yang sudah bekerja sama dengan platform inl.
Ia menuturkan bahwa dengan adanya portal online antar negara ini, bukan berarti mereka tidak nasionalis karena mereka tidak menggunakan IDS atau yang lainnya milik Indonesia, karena dengan investor yang menggunakan platform ini turut menjaga stabilitas rupiah.
"Sebenarnya, jika kita berbicara masalah pengaruh, dengan membelanjakan dolarnya di Indonesia, mereka turut menjaga stabilitas rupiah. Karena di Indonesia tidak boleh belanja dengan menggunakan dolar, harus rupiah atau mata uang lainnya" kata Dheta.
Maka dari itu, ia menyimpulkan bahwa ketika warga Indonesia yang memiliki dolar atau warga asing yang akan berbelanja di Indonesia harus menukarkan uangnya dengan rupiah.
Memiliki winning rate 53 persen kemenangan, komunitas yang lahir pada november 2018 lalu tersebut sudah beranggotakan sekitar 200 orang lebih di seluruh indonesia.
Ia berharap dengan adanya platform ini selain membantu para milenial Indonesia untuk terjun ke pasar modal, ia juga berharap agar mampu membantu menyetabilkan mata uang rupiah di Indonesia.