TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sempat menjadi kabar gembira awal tahun 2019, perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Bangli justru ditunda.
Rekrutmen tahap pertama yang semestinya berlangsung bulan Februari itu, ditunda hingga tahun 2020.
Penundaan rekrutmen P3K di Bangli, diungkapkan pelaksana tugas (plt) Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Bangli, Ketut Mega Ada ketika ditemui Senin (11/2).
Ia menjelaskan, sesuai pertemuan di Batam beberapa waktu lalu perekrutan P3K, rencananya akan dilaksanakan bulan Februari ini dengan prioritas tenaga harian (TH) K-II sejumlah 43 orang.
Jumlah ini terdiri dari guru K-II sebanyak 6 orang dan penyuluh pertanian K-II sejumlah 37 orang.
“Itu jumlah yang diprioritaskan semestinya untuk kabupaten Bangli. Namun setelah kami membuat disposisi ke PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), Bupati memberikan arahan untuk dilaksanakan di tahun 2020,” ujarnya.
Pria yang juga Kabid Formasi dan Pengadaan Pegawai ini mengatakan, alasan penundaan rekrutmen P3K karena bupati beranggapan kuota jumlah rekrutmen saat ini sangat sedikit.
Sebaliknya, kebutuhan akan guru di Bangli sangat banyak.
Pendataan data bezetting kepegawaian, jumlah pegawai yang semestinya bisa mengikuti P3K yakni sebanyak 718, diantaranya 670 GTT, 5 Tenaga Kesehatan, serta 43 Tenaga Harian K-II.
“Semestinya jika rekrutmen tahun ini jadi dilakukan, sesuai jadwal pada tanggal 10 Februari lalu sudah dibuka pendaftaran hingga tanggal 16 Februari mendatang,” ucapnya. (*)