JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang diperdagangkan di pasar spot, Senin (15/4/2019) pagi sama-sama dibuka menguat.
IHSG yang akhir pekan kemarin anjlok 1,05 persen ke level 6.405, pagi ini langsung rebound 0,33 persen ke level 6.426,91.
Sementara kurs rupiah terhadap dolar AS berhasil mencetak rekor tertinggi sejak 28 Februari 2019, yakni kembali ke posisi Rp 14.060.
Kebangkitan IHSG dan rupiah pada perdagangan pagi ini diprediksi karena adanya sentimen positif dari dalam negeri, yakni sikap optimistis para pelaku pasar terhadap neraca perdagangan RI Maret 2019 yang akan diumumkan oleh BPS siang nanti.
Seperti diketahui, pada Februari 2019, BPS sendiri mencatat neraca perdagangan RI mengalami surplus sebesar US$ 330 juta. Kondisi ini terjadi karena jumlah ekspor mencapai US$ 12,53 miliar, lebih tinggi dari impor yang hanya US$ 12,2 miliar.
Artinya, jika pemerintah bisa mempertahankan kinerja neraca perdagangan sama seperti Februari lalu, dampaknya akan positif bagi pasar. "IHSG diprediksi menguat, support 6.381-6.393 resistance 6.420-6.435," kata analis Artha Sekuritas Juan Harahap dalam risetnya. (E-3)